Hot News

 

 

 

Peluang Bisnis 2018

Silakan Klik Disini

 

 

 



Mengapa Muslim Harus Menjadi Kaya Raya? Ini Alasannya!

Mengapa Muslim Harus Menjadi Kaya Raya? Ini Alasannya!

Mengapa Muslim Harus Menjadi Kaya Raya? Jawabannya adalah sederhana. Agar ummat Islam bisa memelihara agama Allah SWT. Pesan saya "Pergunakanlah hartamu ala kadarnya, selebihnya biarlah agama yang menikmatinya."


Menjadi kaya adalah impian hampir semua orang. Kaya adalah sifat Allah. Al Mughniy, Al Ghony, Ar Rozzaaq. Sifat Allah tersebut yang disematkan kepada manusia menjadikan manusia ingin berkalungkan kekayaan. Namun cara manusia mendapatkannya ternyata beragam. Mulai dari cara-cara halal sampai cara-cara syirik yang menyesatkan. Bahkan, ada pula yang meraihnya dengan cara menipu orang lain, salah satunya dengan SMS penipuan.

Tentunya, cara yang paling baik adalah cara-cara yang diridhoi Allah. Cara-cara yang halal. Karena kekayaan yang sesungguhnya adalah kekayaan yang bisa membawa manfaat dunia dan akhirat. Ingat! Dunia dan akhirat. Bukan hanya di dunia. Bukan hanya di akhirat.

Mengapa Muslim Harus Kaya?

Karena kekayaan adalah kekuatan. Muslim yang kaya merupakan muslim yang kuat. Insya Allah, agama ini pun menjadi kuat. Kenyataan yang terjadi sekarang ini, jumlah pengusaha muslim lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah pengusaha yang lain. Maka, jangan salah jika semakin ke sini, agama Islam semakin disudutkan.

FYI, para wali songo adalah orang-orang kaya. Mereka berjuang demi agama. Mereka berdakwah dengan HARTA dan JIWA.

Pendiri Muhammadiyah dan NU adalah orang kaya.

Khaifah Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan adalah orang kaya.

Nabi Muhammad SAW adalah orang kaya.

Saran saya, janganlah terlalu nyinyir terhadap kekayaan. Jangan terlalu takut atau malu untuk berdoa kepada Allah minta kekayaan. Jangan takut berdoa lantaran kita dengerin kata orang "berdoa kok minta kaya?" Yakinlah seyakin-yakinnya. Kalau kita serius berdoa, maka segala hajat itu (termasuk kekayaan) akan terkabul. 

Saya berharap, teman-teman yang sedang menjalani riyadhoh (3 hari, 7 hari, 40 hari) tetap diberikan kekuatan untuk menjalankan amal baiknya, meskipun sudah tercapai hajatnya. Meskipun sudah menjadi kaya. Konsistensi itu penting.

Selain itu, dengan kaya kita bisa menghidupi keluarga, anak, istri. Kehormatan pun terjaga. Martabat keluarga terjaga.

Dengan kaya, kita bisa membantu orang lain. Betul, membantu tidak harus melulu pake uang. Kita bisa membantu orang lain dengan cara memberikan lapangan pekerjaan dan sebagainya.

Dengan kaya, kita bisa membangun pesantren. Yang lebih kita perlukan sekarang adalah pesantren bukan membangun mesjid. Pesantren itu adalah ladang amal jariyah yang sangat besar. Pesantren bisa membentuk karakter bangsa kita di masa depan. 

Ada beberapa amal ibadah yang harus ditunaikan dengan harta (uang). Seperti: zakat maal, zakat fitrah, umroh, haji, qurban, aqiqah, wakaf, dan sebagainya. Dengan kita kaya, Insya Allah kita bisa melakukan amal ibadah tersebut.

Selama ini, kebanyakan orang menganggap orang kaya itu jahat. Orang kaya itu koruptor. Orang kaya itu menghalalkan segala cara.

Ingat ya, kekayaan itu akan menjadi malapetaka jika berada di tangan orang tidak yang tepat. Sebaliknya, kekayaan itu akan membawa manfaat jika berada di tangan orang baik. 

Namun perlu digaris bawahi bahwa kekayaan menurut agama islam tidaklah sama dengan pemahaman kekayaan pada umumnya. 

Kekayaan menurut islam adalah kekayaan yang mampu memberikan manfaat untuk umat sebanyak-banyaknya. Menebar kesejahteraan bagi orang lain. Kekayaan di dunia bukan untuk berbangga diri, sombong dan terlena dengan kenikmatan semu. Tapi, kekayaan untuk melayani dan menjaga alam sebagai tugas utama khalifah.

Tentu, ini jangan dimaknai bahwa kaya itu tidak perlu. Jelas perlu. Sangat perlu. Prinsip yang paling bagus adalah "Terus berjuang merubah nasib. Terus berjuang memutus tali kemiskinan. Namun, setelah itu jangan lupa melihat ke bawah."

Agar kita selalu bersyukur. Agar kita terhindar dari sombong dan terlena dengan dunia.

Terkait dengan kekayaan, silahkan baca artikel berikut ini yang di dalamnya dibahas tentang wasilah kekayaan.

Apa yang harus kita lakukan?

1. Awali dengan doa. Mulai sekarang, silahkan berdoa agar ummat Islam diberi amanah untuk menjadi kaya. Ini doanya. Doa agar menjadi kaya raya.

2. Lengkapi dengan ikhtiar. Usaha. Pelajari apa saja yang biasa dilakukan oleh orang-orang kaya sebelum mereka menjadi kaya.

3. Ikhtiar langit pun perlu. Lengkapi dengan perkara yang wajib dan sunnah. Sepeti Shalat Sunnah Dhuha, Tahajjud, dan rutin membaca Surat Al Waqiah.

4. Jangan lupa sedekah. Sedekah tidak perlu menunggu kaya. Justru, sedekah bisa membuat kita kaya raya. Dan sedekah tidak melulu harus dengan uang. Bisa dengan emas, tabungan, atau wakaf tanah.

5. Lakukan sekarang juga.

Copyright © 2018 Konsultan Pangan · All Rights Reserved